𝕏 f WA
Bisnis

IHSG Terkoreksi – Investor Waspadai Gejolak Timur Tengah

IHSG Terkoreksi – Investor Waspadai Gejolak Timur Tengah

IHSG Terkoreksi, Investor Waspadai Gejolak Timur Tengah

IHSG Terkoreksi – Karyawan berada di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

Indeks IHSG mencatatkan kenaikan 0,83 persen ke level 5.924 minggu lalu, tetapi belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. Penguatan ini masih terhambat oleh tekanan penjualan bersih yang dilakukan investor asing hingga mencapai Rp 1,7 triliun di pasar regular.

Analisis David Kurniawan

Dari perspektif global, perhatian pasar terpusat pada meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Kawasan tersebut kembali mencapai level kritis setelah AS dan Iran terlibat dalam pertukaran serangan langsung.

“Tingginya ketidakpastian geopolitik saat ini membuat investor global cenderung memilih strategi risk-off. Mereka secara masif menarik dana dari aset berisiko seperti saham dan kripto untuk menjamin likuiditas,” ujar David dalam pernyataan yang diterima Senin (13/7).

David menambahkan aliran dana ke aset-aset aman seperti emas dan dolar AS terus meningkat. Ini diperkirakan akan berdampak pada peningkatan harga emas serta kekuatan nilai tukar dolar AS di pasar valuta asing.

Di sisi domestik, kondisi keuangan Indonesia tetap menunjukkan fondasi yang terukur. Pemerintah secara resmi melaporkan defisit APBN pada paruh pertama tahun 2026 mencapai Rp 196,5 triliun atau 0,76 persen dari PDB.

Secara regulasi, angka defisit ini berada dalam batas aman karena jauh di bawah ambang maksimal 3 persen dalam undang-undang. Namun, David mengingatkan bahwa peningkatan belanja negara yang lebih cepat dibandingkan pendapatan menciptakan sinyal kewaspadaan bagi otoritas fiskal.

Leave a comment πŸ’¬

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *