Freeport Targetkan Produksi 800 Juta Pound Tembaga dan 21 Ton Emas Tahun Ini
Topics Covered – PT Freeport Indonesia (PTFI) menargetkan kontribusi pendapatan negara hingga lebih dari 7 miliar dolar AS atau sekitar 120 triliun rupiah per tahun. Target ini diharapkan tercapai setelah operasional tambang stabil dan seluruh fasilitas hilirisasi tembaga di Gresik, Jawa Timur, berjalan penuh. Topics Covered juga mencakup upaya penguatan ekosistem industri logam di dalam negeri melalui perluasan kapasitas produksi dan modernisasi infrastruktur.
Perluasan Infrastruktur dan Produksi
Pembangunan fasilitas smelter serta refinery logam mulia (PMR) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik menjadi penopang utama pencapaian target produksi tersebut. Tony Wenas, Presiden Direktur Freeport Indonesia, menjelaskan bahwa beroperasinya dua unit ini memungkinkan seluruh rantai nilai tembaga, dari konsentrat hingga katoda, diproses secara domestik. Topics Covered ini tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memperkuat kedaulatan sumber daya mineral Indonesia.
“Dengan dukungan smelter dan PMR di Gresik, Indonesia kini mampu menyelesaikan proses hilirisasi dari awal hingga akhir. Ini adalah kemajuan besar bagi industri mineral dalam negeri,” ujar Tony dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR RI, Selasa (14/7/2026), seperti dilansir dari keterangan persnya di Jakarta, Rabu (15/7).
Kapasitas smelter baru mencapai 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun. Dengan ekspansi kapasitas PT Smelting Gresik sebesar 300 ribu ton dan PT Smelting yang sudah beroperasi sebesar 1 juta ton, total kapasitas pemurnian dalam negeri mencapai sekitar 3 juta ton per tahun. Topics Covered ini menunjukkan komitmen Freeport untuk memperbesar volume ekspor logam dan mengurangi ketergantungan pada impor.
Pengembangan Rencana Produksi Tahun Ini
Produksi tahunan katoda tembaga mencapai 600 ribu ton, sementara emas dan perak masing-masing sekitar 50 ton dan 200 ton. Logam lain seperti selenium, bismut, dan timbal juga dihasilkan dalam jumlah tertentu. Topics Covered tentang ekspansi produksi ini juga mencakup strategi perusahaan untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya alam sekaligus mengurangi dampak lingkungan melalui teknologi ramah lingkungan.
“Ketika sisi hulu kembali optimal dan smelter beroperasi penuh, manfaat hilirisasi akan maksimal—baik dalam peningkatan produksi logam, penguatan industri lokal, maupun peningkatan pendapatan negara,” tambah Tony. Topics Covered ini mencerminkan upaya integrasi komprehensif dalam industri pertambangan dan pemrosesan logam.
Freeport juga menyatakan bahwa target produksi 800 juta pound tembaga dan 21 ton emas tahun ini adalah bagian dari rencana jangka panjang untuk meningkatkan ketersediaan logam mulia dan non-mulia. Topics Covered ini berdampak pada ekonomi nasional, karena produksi dalam negeri dapat memenuhi kebutuhan industri, mengurangi biaya impor, dan meningkatkan daya saing sektor tambang Indonesia di tingkat internasional.
Tantangan Operasional
Operasional smelter sempat terhambat setelah kebakaran di fasilitas pengolahan gas pada Oktober 2024. Perbaikan berhasil diselesaikan, sehingga unit tersebut kembali berjalan pada Mei 2025. Topics Covered tentang tantangan ini menunjukkan pentingnya manajemen risiko dalam operasional tambang yang berdampak langsung pada rantai pasok.
Kini, perusahaan menghadapi hambatan baru akibat longsoran di Grasberg Block Cave, yang memutus pasokan konsentrat dari Papua. Sebagai langkah penyesuaian, Freeport menggunakan jeda ini untuk menginspeksi dan meningkatkan fasilitas sebelum smelter menerima pasokan kembali mulai September 2026. Topics Covered dalam hal ini juga mencakup kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk mempercepat pemulihan operasional.
Menurut Tony Wenas, tantangan seperti longsoran menjadi peluang untuk menguji ketahanan operasional dan keberlanjutan produksi. “Pemulihan tambang akan memastikan pasokan konsentrat stabil, sehingga smelter dapat berproduksi maksimal. Topics Covered ini menunjukkan komitmen Freeport untuk menghadapi risiko secara proaktif,” jelasnya. Pemulihan tersebut juga diharapkan meningkatkan kualitas produk dan memperkuat jaringan distribusi nasional.
