𝕏 f WA
Jabodetabek

Mengenal Liga Akamsi, Wadah Sepak Bola Underground di Tengah Minimnya Ruang Bermain Anak di Jakarta

Mengenal Liga Akamsi, Wadah Sepak Bola Underground di Tengah Minimnya Ruang Bermain Anak di Jakarta
Foto : David Taylor - nusautama.com

Liga Akamsi: Wadah Sepak Bola Underground Jakarta

Nusautama.com – Mengenal Liga Akamsi Wadah Sepak bola yang lahir dari kepedulian terhadap minimnya ruang bermain anak-anak di Jakarta. Di tengah maraknya tren pemain naturalisasi yang mendominasi percakapan sepak bola nasional, sebuah inisiatif mandiri dari kalangan akar rumput mulai mendapat perhatian. Liga Akamsi hadir sebagai solusi kreatif untuk menampung potensi-potensi tersembunyi yang selama ini kurang mendapat panggung. Kompetisi ini tidak hanya sekadar turnamen, tetapi juga menjadi wadah sosial bagi masyarakat kelas bawah untuk mengekspresikan kecintaan mereka terhadap olahraga bola.

Sejarah Berdirinya Liga Akamsi

Kompetisi ini resmi berdiri pada tahun 2025, diprakarsai oleh Firqi Hidayatulah yang lebih dikenal dengan panggilan Kiwil. Pemuda berusia 23 tahun ini menjabat sebagai Presiden Liga Akamsi dan bekerja sama erat dengan pengurus Karang Taruna Unit 5 RW 005 di Kelurahan Jembatan Lima, Kecamatan Tambora. Keberadaan turnamen ini dilatarbelakangi oleh kepedulian mendalam terhadap minimnya peluang bagi masyarakat sekitar untuk mengembangkan kemampuan bermain bola mereka. Kiwil melihat bahwa banyak anak-anak yang memiliki bakat namun tidak memiliki kesempatan untuk tampil di hadapan publik.

“Kita selalu dijejeli sama hal-hal yang berbau naturalisasi, naturalisasi, naturalisasi gitu. Sedangkan di antara kita banyak banget masyarakat yang gila sama sepak bola, tapi sayangnya mereka tidak punya kesempatan atau tidak punya relasi atau tidak punya panggung untuk mereka tampil yang pada akhirnya bisa dilihat orang banyak,” jelas Kiwil saat berdiskusi dengan JawaPos.com.

Misi Sosial di Balik Nama Akamsi

Akronim Akamsi yang merujuk pada “Anak Kampung Sini” mungkin terdengar sederhana bagi sebagian orang. Namun, di balik nama tersebut tersimpan misi sosial yang cukup besar dan mendalam. Liga Akamsi berupaya menyediakan area bermain yang aman bagi anak-anak di tengah keterbatasan fasilitas publik ramah anak akibat pembangunan kota yang semakin masif. Wilayah dengan kepadatan tinggi sering kali membuat anak-anak harus bermain bola di tempat-tempat yang tidak ideal, bahkan hingga mengancam keselamatan mereka sehari-hari.

“Jadi sayang banget merekanya enggak dapat lahan, enggak punya space untuk bermain bola gitu, akhirnya mereka main di jalan setiap harinya sampai sering kejadian mereka ketabrak. Makanya pas ada Liga Akamsi mereka semangat sekali nih,” tambah Kiwil dengan penuh antusiasme.

Wilayah Kompetisi dan Jangkauan

Hingga saat ini, Liga Akamsi telah menyelenggarakan kompetisi di dua wilayah padat penduduk Jakarta. Pertama, di Penjaringan Tanggul Bakti yang terletak di Jakarta Utara. Kedua, di Pasar Buah Angke Jembatan Lima, Tambora, yang berada di Jakarta Barat. Kawasan Tambora sendiri dikenal sebagai salah satu permukiman dengan tingkat kepadatan tertinggi di ibu kota. Kehadiran liga ini memberikan harapan baru bagi anak-anak yang selama ini harus bermain di jalanan sempit dengan risiko kecelakaan yang cukup tinggi.

Liga Akamsi juga berperan sebagai jembatan sosial yang menghubungkan anak-anak dari berbagai latar belakang. Melalui kompetisi ini, mereka tidak hanya mengasah kemampuan bermain bola, tetapi juga belajar tentang kerja sama tim, sportivitas, dan nilai-nilai kehidupan lainnya. Dengan adanya wadah seperti ini, potensi-potensi tersembunyi di kalangan anak-anak kampung dapat lebih terasah dan mungkin suatu hari nanti akan menjadi bintang-bintang sepak bola masa depan Indonesia.

Leave a comment πŸ’¬

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *