Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Atur Ketinggian Pagar Mal di Kota Pahlawan
Nusautama.com – Surabaya kembali menjadi sorotan publik setelah Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengeluarkan imbauan penting terkait pengelolaan pusat perbelanjaan di wilayahnya. Dalam pertemuan yang berlangsung pada Kamis (6/8), ia secara khusus meminta para pengelola mal untuk tidak membangun pagar dengan ketinggian berlebihan. Langkah strategis ini diambil dengan tujuan menjaga keindahan visual kota Surabaya sekaligus mencegah persepsi negatif masyarakat bahwa kawasan tersebut kurang aman untuk dijelajahi.
Melalui pertemuan tersebut, Eri Cahyadi menyampaikan masukan langsung kepada sejumlah pihak pengelola pusat perbelanjaan. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara fungsi keamanan dan estetika dalam pembangunan pagar. Menurut walikota, pagar yang terlalu tinggi dapat memberikan kesan bahwa kota sedang mengalami kondisi tidak stabil, padahal kenyataannya berbeda.
Insyaallah nanti kami koordinasikan. Saya ingin ketika ada pagar itu, orang jalan semakin terang, tidak terlalu tinggi yang mencerminkan orang itu merasa takut gitu. Padahal kota Surabaya ini aman.
Penyesuaian Tanpa Pembongkaran Total
Pemerintah kota Surabaya tidak menerapkan kebijakan pembongkaran total terhadap pagar yang sudah terpasang sebelumnya. Yang dilakukan hanyalah penyesuaian ketinggian agar estetika tetap terjaga dan tidak mengganggu pemandangan jalan. Eri Cahyadi menjelaskan bahwa tidak seluruh mal di Surabaya menerapkan pagar tinggi. Hanya dua hingga tiga pusat perbelanjaan saja yang memiliki kondisi seperti itu.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberadaan pagar bukan semata-mata untuk mengantisipasi aksi massa. Faktor estetika dan keamanan bagi pengunjung yang datang ke mal menjadi alasan utamanya. Dengan ketinggian yang tepat, pagar dapat berfungsi optimal tanpa menciptakan kesan tertutup dan kurang terbuka.
Sebagai contoh konkret, Eri menyoroti situasi di Tunjungan Plaza. Banyak orang yang masih menyeberang langsung di Jalan Basuki Rahmat saat memasuki maupun meninggalkan mal. Hal ini berpotensi menimbulkan risiko bagi keselamatan pejalan kaki. Dengan pagar yang tidak terlalu tinggi, aksesibilitas akan lebih baik dan keamanan pejalan kaki dapat terjamin.
Dampak Positif bagi Kota Surabaya
Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi citra kota Surabaya secara keseluruhan. Dengan menjaga keseimbangan antara keamanan dan estetika, kota pahlawan ini dapat terus menjadi destinasi favorit bagi wisatawan dan masyarakat lokal. Selain itu, kebijakan ini juga menunjukkan bahwa pemerintah kota peduli terhadap kenyamanan semua pihak.
Bagi pengelola mal, penyesuaian pagar ini bukan merupakan beban besar. Biaya yang diperlukan relatif kecil dibandingkan dengan manfaat jangka panjang yang akan diperoleh. Masyarakat pun akan lebih nyaman beraktivitas di sekitar pusat perbelanjaan tanpa merasa terhalang oleh struktur yang terlalu dominan.
FAQ: Pertanyaan Umum Tentang Kebijakan Pagar Mal
Berapa lama waktu yang diberikan untuk penyesuaian pagar?
Pemerintah kota memberikan waktu yang cukup fleksibel bagi setiap mal untuk menyesuaikan pagar mereka sesuai dengan arahan yang diberikan. Tidak ada batas waktu yang terlalu ketat agar tidak membebani pengelola.
Apakah ada sanksi bagi mal yang tidak menyesuaikan pagar?
Saat ini, pendekatan yang digunakan adalah persuasif. Namun, jika ada mal yang tidak merespons imbauan, pemerintah kota dapat memberikan sanksi administratif sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Bagaimana dengan mal yang sudah memiliki pagar tinggi sejak lama?
Mal yang sudah memiliki pagar tinggi tidak perlu membongkarnya sepenuhnya. Yang dilakukan adalah penyesuaian ketinggian agar sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh pemerintah kota Surabaya.
Apakah kebijakan ini berlaku untuk semua jenis bangunan?
Kebijakan ini terutama difokuskan pada pusat perbelanjaan atau mal. Namun, prinsip yang sama dapat diterapkan pada bangunan komersial lainnya yang memiliki pagar di sekitarnya.
