Latest Update: Mendiktisaintek Diminta Tindak Lanjuti Dugaan Plagiasi Guru Besar Teknik Unsoed
Latest Update – Pemerintah kembali mendorong Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto untuk segera mengambil langkah tegas terkait dugaan plagiarisme yang menimpa seorang Guru Besar di Fakultas Teknik Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Kasus ini telah mencuri perhatian publik akibat proses investigasi yang dinilai lambat oleh pihak terlibat, meski hasil audit dari Inspektorat Jenderal (Irjen) telah memvalidasi adanya pelanggaran akademik.
Kasus dugaan plagiasi tersebut terungkap setelah penelitian yang dibuat oleh Guru Besar tersebut dinilai memiliki indikasi kecurangan. Menurut Yanto, salah satu korban, laporan dari Irjen telah menemukan bukti kuat tentang fabrikasi data dan plagiarisme dalam karya ilmiah yang disumbangkan oleh dosen bersangkutan. “Dengan hasil audit yang sudah selesai, kami berharap Mendiktisaintek dapat segera bertindak,” ungkapnya dalam wawancara eksklusif dengan JawaPos.com, Sabtu (18/7).
Proses Investigasi Dianggap Tidak Efektif
Yanto menyebutkan bahwa selama lebih dari setahun sejak laporan pertama dibuat, kampus Unsoed dinilai belum memperlihatkan komitmen nyata dalam menangani kasus ini. “Kami merasa kasus ini dianggap sepele oleh pihak kampus, sehingga proses investigasinya menjadi tidak transparan,” tambahnya. Ia juga menyoroti bahwa transfer kasus ke internal kampus justru memperlambat upaya pemeriksaan lebih lanjut.
βMenteri harus memanfaatkan hasil audit yang sudah ada untuk memastikan tindakan yang tepat, baik secara akademik maupun administratif,β lanjut Yanto, yang mengharapkan respons cepat dari Mendiktisaintek.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) sebelumnya telah meminta Irjen untuk melakukan investigasi terhadap dugaan kecurangan tersebut. Namun, setelah laporan hasil audit (LHA) diserahkan pada Januari 2026, rekomendasi untuk mencabut status Guru Besar terlapor masih menunggu respons dari pihak kementerian. Yanto menegaskan bahwa keputusan ini sangat penting untuk menjaga integritas akademik di lingkungan pendidikan tinggi.
Langkah-Langkah untuk Mengatasi Masalah
Mendiktisaintek sendiri telah memerintahkan Tim Investigasi untuk mengecek langsung keberadaan bukti yang diserahkan oleh Irjen. Hasilnya, ditemukan adanya indikasi bahwa dosen tersebut melanggar etika akademik dalam penelitian. “Kami sedang mempelajari hasil audit secara mendalam, dan akan segera memberikan respons sesuai dengan aturan yang berlaku,” kata salah satu pejabat kementerian, seperti dikutip dari pernyataan resmi.
Salah satu langkah yang diperkirakan akan diambil adalah pemanggilan dosen terlapor untuk memberikan penjelasan lebih rinci. Selain itu, pihak kementerian juga berencana menggelar sidang etik akademik untuk menilai apakah tindakan yang diambil oleh kampus Unsoed memenuhi standar nasional. Yanto mengapresiasi langkah ini, tetapi mengingatkan agar tidak terlambat dalam menyelesaikan kasus ini.
Plagiarisme dalam dunia akademik seringkali menjadi isu sensitif karena merusak kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan. Dalam kasus ini, dosen yang terlibat dituduh menyamakan hasil penelitian orang lain ke dalam karya ilmiahnya tanpa memberikan pengakuan. Dugaan ini menimbulkan kontroversi karena mencerminkan ketidakjujuran dalam proses akademik, yang seharusnya menjadi contoh bagi mahasiswa dan rekan sejawat.
Yanto juga menyoroti pentingnya pengawasan lebih ketat dari pihak pemerintah terhadap lembaga pendidikan. “Selama ini, banyak dosen di Unsoed yang terlibat dalam kasus serupa, tetapi selalu terlewatkan karena prosesnya di dalam kampus,” tuturnya. Ia berharap dengan latest update ini, institusi pendidikan tinggi dapat lebih sadar dalam menjaga kualitas akademik dan menghindari kecurangan yang berulang.
